jatim.jpnn.com, SURABAYA - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk menggelar Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026 sebagai upaya memperkuat edukasi publik terkait pentingnya pemenuhan gizi anak.
Tahun ini, AKJJ mengangkat tema '18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa – Dari Data, Fakta, hingga Cerita Lapangan'.
Program tersebut sekaligus menandai perjalanan 18 tahun JAPFA for Kids dalam mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak Indonesia.
Direktur Corporate Affairs JAPFA Rachmat Indrajaya mengatakan pihaknya percaya masa depan Indonesia dimulai dari pemenuhan gizi anak yang baik.
“Melalui AKJJ untuk ketiga kalinya ini, kami ingin memperkuat kolaborasi bersama media dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya gizi anak,” kata Rachmat, Selasa (19/5).
Salah satu implementasi program JAPFA for Kids dilakukan di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Program itu melibatkan lebih dari 1.100 siswa dan 150 guru dari delapan sekolah.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sebanyak 11 persen anak usia 5-12 tahun masih masuk kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U).
Sementara itu, data internal JAPFA pada 2024 menunjukkan sekitar 10,1 persen siswa di tujuh lokasi program masih mengalami kondisi malagizi.


















































