Kilang LPG Arsynergy Menjadi Bagian Strategis Ketahanan Energi Nasional

2 weeks ago 25

Kilang LPG Arsynergy di Gresik, Jawa Timur. Dok: source for JPNN.

jpnn.com, GRESIK - PT Arsynergy Resources memegang peranan penting dalam menjaga pasokan LPG untuk kebutuhan pelaku usaha hingga rumah tangga masyarakat Indonesia.

Perusahaan nasional yang bergerak dalam pengolahan gas bumi menjadi LPG, Kondensat, dan Lean Gas yang berbasis di Gresik, Jawa Timur, itu merupakan bagian dari mata rantai strategis ketahanan energi nasional, karena beroperasi pada sektor yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Oleh karenanya, kilang pengolahan LPG Arsynergy pun telah ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 63 Tahun 2004 dan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 385.K/BN.05/MEM.S/2025, Tentang Objek Vital Nasional Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.

Status tersebut menegaskan bahwa fasilitas ini memiliki nilai strategis bagi kepentingan masyarakat luas dan negara. Karena itu, gangguan terhadap operasional kilang tidak hanya berdampak pada aktivitas perusahaan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesinambungan pasokan dan pemenuhan LPG domestik.

“Kehadiran kami adalah bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional dan mengurangi impor LPG dalam pemenuhan kebutuhan dalam negeri,” kata Achmad Harijanto selaku Managing Director PT Arsynergy Resources.

Pernyataan di atas bukan tanpa alasan. Saat ini Indonesia masih sangat bergantung pada impor LPG dari luar negeri. Data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa pada tahun 2025, porsi impor LPG Indonesia mencapai 80,58 persen dari total kebutuhan nasional. Bahkan di tahun 2026, hingga bulan Februari, porsi impor LPG Indonesia meningkat menjadi sekitar 83,97 persen.

Kebutuhan LPG nasional pada tahun 2025 menunjukkan betapa besarnya ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap energi berbasis gas untuk kebutuhan rumah tangga maupun sektor usaha. Konsumsi LPG Indonesia pada tahun 2025 tersebut, tercatat mencapai sekitar 25 ribu metrik ton per hari atau setara sekitar 9,1 juta ton per tahun.

Dari data-data tersebut, dapat di-estimasi volume impor LPG Indonesia di tahun 2025, mencapai sekitar 7,3 juta ton. Amerika Serikat menjadi pemasok terbesar dengan kontribusi sekitar 70 persen dari total impor LPG Indonesia, disusul negara lain seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Australia, dan Malaysia.

Kilang LPG Arsynergy yang berada di Gresik, Jawa Timur menjadi bagian strategis ketahanan energi nasional.

Read Entire Article
| | | |