jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyebut pemerintah tidak pernah memberikan blanket overflight clearance atau akses penerbangan militer tanpa batas bagi Amerika Serikat (AS) di wilayah udara Indonesia.
Dia berkata demikian saat hadir dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).
"Jadi, kami tidak bikin komitmen apa-apa dengan Amerika Serikat dalam hal udara, tidak," ujar Sjafrie, Selasa.
Dia mengatakan Kemhan bakal menjaga kepentingan nasional dalam setiap kebijakan, apalagi berkaitan kesepakatan dengan negara asing.
"Kami mempertahankan konstitusi dan kami mempertahankan kita punya kepentingan nasional,” lanjut Sjafrie.
Isu akses penerbangan militer tanpa batas mencuat setelah Sjafrie bertemu dengan Menteri Perang AS Pete Hegseth di Pentagon pada 13 April 2026.
Sjafrie menceritakan bahwa pertemuan dengan Hegseth menghasilkan kesepakatan peningkatan kerja sama melalui penandatanganan Letter of Intent.
”Itu adalah Letter of Intent. Bukan Letter of Commitment," tutur dia.





















































