jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyoroti rasio penerimaan Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang masih rendah dibandingkan negara anggota G20 lainnya.
Rasio penerimaan Indonesia tercatat hanya 11 persen dari PDB, tertinggal jauh dari negara-negara seperti Meksiko, Filipina, India, bahkan Kamboja.
"Rasio pendapatan Meksiko sudah mencapai 25 persen dari PDB," ujar Prabowo dalam agenda RAPBN Tahun Anggaran 2027, Rabu (20/5).
Menurut Prabowo, dengan posisi geografis strategis dan bonus demografi yang dimiliki, pasar Indonesia seharusnya bisa tumbuh sebesar Eropa.
Dia menekankan Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, ditambah lagi dengan posisi geografis di mana puluhan persen perdagangan dunia melewati perairan Indonesia setiap harinya.
Indonesia, bahkan memegang status sebagai pengekspor terbesar untuk sejumlah komoditas utama dunia, seperti batu bara, kelapa sawit (CPO), dan paduan besi.
Bonus demografi yang dimiliki juga seharusnya menjadi nilai tambah yang mampu menopang konsumsi domestik serta menciptakan pasar nasional yang besar.
Namun, Prabowo menyayangkan faktor-faktor unggulan tersebut belum teroptimalisasi dengan baik.





















































