jatim.jpnn.com, JOMBANG - Pemilik toko sembako wilayah Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang bernama Sudahri (56) diduga menjadi korban pemerasan yang dilakukan dua orang tidak dikenal.
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Desa Betek, pada Senin (18/5) sekitar pukul 23.30 WIB. Namun, laporan awal baru diterima Polsek Mojoagung pada Rabu (20/5) sekitar pukul 11.30 WIB melalui informasi masyarakat.
Kapolsek Mojoagung Yogas menjelaskan berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula saat dirinya baru saja membeli Pertalite di SPBU menggunakan sepeda motor.
Di perjalanan, korban dihentikan oleh dua orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor Mio tanpa pelat nomor.
"Kedua pelaku kemudian menanyakan pembelian BBM jenis Pertalite yang diduga untuk dijual kembali secara eceran," katanya.
Korban kemudian diajak menuju toko sembako miliknya di Desa Betek. Di lokasi tersebut, pelaku menuding korban melakukan pelanggaran hukum terkait pembelian BBM dalam jumlah besar tanpa izin, serta mengancam akan membawa korban ke kantor polisi.
"Dalam situasi tersebut, pelaku diduga meminta uang sebesar Rp1 juta agar permasalahan tidak dibawa ke Polsek Mojoagung," jelasnya.
Korban kemudian menyerahkan uang sebesar Rp500 ribu kepada pelaku sebelum keduanya meninggalkan lokasi. Saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut terhadap laporan masyarakat.


















































