Nekat Naik Semeru Lewat Jalur Tikus, 13 Pendaki Ilegal Ditangkap Petugas TNBTS

4 days ago 17

Selasa, 16 Juni 2026 – 20:32 WIB

Nekat Naik Semeru Lewat Jalur Tikus, 13 Pendaki Ilegal Ditangkap Petugas TNBTS - JPNN.com Jatim

Ilustrasi - Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Senin (20/4/2026). ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nym.

jatim.jpnn.com, MALANG - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menangkap 13 orang yang diduga melakukan pendakian ilegal ke Gunung Semeru dalam operasi pengawasan yang digelar di wilayah Lumajang dan Malang.

Dalam operasi tersebut, petugas juga masih memburu empat pendaki lain yang diduga masuk melalui jalur ilegal di kawasan Purbakala, Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan operasi pengawasan dilakukan di Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Ranupani, Kabupaten Lumajang, dan RPTN Taman Satriyan, Kabupaten Malang.

"Balai Besar TNBTS mengamankan 13 orang yang diduga melakukan pendakian ilegal ke Gunung Semeru. Proses penindakan dilaksanakan melalui Operasi Pengawasan di RPTN Ranupani dan RPTN Taman Satriyan," kata Rudijanta, Selasa.

Dari jumlah tersebut, dua pendaki diamankan di wilayah Ranupani. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, keduanya diketahui melakukan pendakian melalui jalur tidak resmi atau jalur "ayek-ayek".

Mereka juga diduga berusaha menghindari Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST) saat turun dari kawasan gunung. Kedua pendaki tersebut sempat melarikan diri ke area perkebunan sebelum akhirnya diamankan oleh warga dan diserahkan kepada petugas.

Sementara itu, 11 orang lainnya diamankan dalam operasi penyisiran di kawasan Taman Satriyan, tepatnya daerah Purbakala, Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading.

"Sebanyak 11 orang yang diamankan diarahkan turun untuk didata dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujar Rudijanta.

Sebanyak 13 orang ditangkap petugas TNBTS karena diduga mendaki Gunung Semeru melalui jalur ilegal. Empat pendaki lain masih dalam pengejaran.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |