Paulus Waterpauw: Membangun Papua Harus Utamakan Dialog dengan Hati

4 weeks ago 43

Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Paulus Waterpauw. Dok: source for JPNN.

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Paulus Waterpauw menyampaikan pembangunan di Papua tidak boleh hanya berorientasi pada fisik semata, melainkan mesti menempatkan manusia, khususnya orang asli Papua sebagai pusat pembangunan.

Keberhasilan tidak semata diukur dari besarnya investasi, infrastruktur, maupun proyek nasional yang dibangun, tetapi juga sejauh mana masyarakat Papua merasakan manfaat nyata dalam kehidupannya.

Berkaitan dengan konteks Proyek Strategi Nasional (PSN) ketahanan pangan dan energi yang tengah berjalan dengan membuka jutaan hektare kawasan hutan alam di wilayah Asmat, Mappi, Merauke, dan Boven Digoel, dia menilai pendekatan dialog menjadi langkah yang sangat penting untuk keberlanjutan pembangunan.

Setiap persoalan, polemik, maupun hambatan yang muncul dalam pembangunan harus diselesaikan dengan duduk bersama dan mencari solusi terbaik yang tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.

Sebagai orang asli Papua, Paulus percaya bahwa masyarakat Papua pada dasarnya dapat diajak berdialog secara baik. Komunikasi yang dilakukan dengan pendekatan manusiawi akan membuka ruang pemahaman dan kepercayaan. Hindari pendekatan yang mengedepankan pemaksaan ataupun keputusan sepihak tanpa melibatkan masyarakat yang terdampak secara langsung.

Purnawirawan jenderal polisi bintang tiga yang lahir di Fakfak ini, menyampaikan filosofi sederhana tapi mendalam mengenai pentingnya komunikasi berulang dengan penuh kesabaran, empati, dan penghormatan terhadap nilai-nilai sosial masyarakat.

“Jika satu kali berbicara belum berhasil, berbicara lagi. Jika dua kali belum berhasil, maka dilakukan ketiga kalinya. Dialog yang dilakukan terus menerus dengan hati yang tulus pada akhirnya akan menemukan titik temu,” ujarnya.

Paulus melanjutkan komunikasi dengan masyarakat Papua tidak cukup hanya melalui bahasa formal pembangunan atau angka-angka investasi. Masyarakat perlu dijelaskan secara baik mengenai manfaat yang akan diperoleh, peluang ekonomi yang terbuka, serta bagaimana masa depan orang asli Papua dapat menjadi lebih baik melalui pembangunan.

Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Paulus Waterpauw menekankan pentingnya dialog dalam pembangunan Papua.

Read Entire Article
| | | |