Petani Kopi Temanggung Hadapi Musim Sulit, Panen Merosot hingga 60 Persen

2 weeks ago 34

Sabtu, 06 Juni 2026 – 10:30 WIB

Petani Kopi Temanggung Hadapi Musim Sulit, Panen Merosot hingga 60 Persen - JPNN.com Jateng

Kopi Temanggung. ANTARA/Heru Suyitno

jateng.jpnn.com, TEMANGGUNG - Produksi kopi di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada musim panen tahun ini mengalami penurunan cukup drastis. Baik kopi robusta maupun arabika dilaporkan mengalami penurunan hasil panen hingga 40–60 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Sumarno mengatakan kondisi tersebut dipicu cuaca ekstrem yang terjadi saat tanaman kopi memasuki fase pembungaan.

Menurut dia, tingginya curah hujan menyebabkan banyak bunga kopi gagal berkembang menjadi buah sehingga berdampak langsung pada produktivitas tanaman.

"Penurunan tersebut disebabkan cuaca ekstrem pada saat fase pembungaan kopi, sehingga banyak bunga gagal berkembang menjadi buah karena curah hujan yang tinggi," kata Sumarno, Jumat (6/6).

Meski produksi mengalami penurunan, harga kopi arabika justru menunjukkan tren positif. Saat ini harga cherry arabika berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per kilogram.

Angka tersebut meningkat dibandingkan musim panen tahun lalu yang hanya berkisar Rp15 ribu per kilogram.

Menurut Sumarno, kenaikan harga bahan baku itu berpotensi mendorong kenaikan harga berbagai produk kopi arabika olahan di pasaran.

Pada musim panen Juni 2026, luas panen kopi arabika di Temanggung mencapai sekitar 1.700 hektare. Lahan tersebut tersebar di kawasan dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut.

Produksi kopi di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada musim panen tahun ini mengalami penurunan cukup drastis.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |