jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ida Fauziyah menegaskan komitmen partainya memperkuat pesantren di tengah munculnya kasus kekerasan seksual yang melibatkan oknum lembaga pendidikan berbasis agama.
Penegasan tersebut disampaikan Ida saat penutupan Temu Nasional Pondok Pesantren: Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual di Jakarta, Selasa (19/5).
"Kami dari DPP Partai Kebangkitan Bangsa memfasilitasi karena sesungguhnya introspeksi yang dilakukan oleh bapak-ibu sendiri,” ujar Ida.
Ida menegaskan forum nasional tersebut menjadi bentuk tanggung jawab moral PKB terhadap kontribusi besar pesantren dalam sejarah pendidikan Indonesia.
"Banyak orang yang mengatakan apa enggak sayang biaya yang tidak murah mendatangkan para kiai dan seterusnya. Bapak-ibu yang saya hormati, menurut kami itu biaya yang murah. Karena sesungguhnya ini sedang membayar hutang peradaban terhadap pendirian pesantren di Indonesia,” katanya.
Menurut Ida, pesantren telah mengambil peran penting mencerdaskan bangsa jauh sebelum Indonesia merdeka.
"Pada masa-masa berikutnya, sebelum founding fathers kita merumuskan cita-cita negara mencerdaskan kehidupan bangsa, para kiai melalui pesantrennya telah lebih dulu mengambil peran negara mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Dia menyebut lahirnya Undang-Undang Pesantren menjadi bentuk penghormatan negara terhadap jasa para kiai dan pondok pesantren.





















































