bali.jpnn.com, DENPASAR - Polda Bali fokus melakukan penegakan hukum berbasis elektronik selama Operasi Patuh Agung 2026.
Pemanfaatkan teknologi digital ini agar hasil patroli berjalan lebih transparan, akuntabel dan humanis.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Patuh Agung 2026 yang digelar Direktorat Lalu Lintas Polda Bali di Gedung BPKSDM Provinsi Bali, akhir pekan ini.
Latihan Pra Operasi Patuh Agung ini menjadi bagian dari persiapan operasi lebih besar yang berlangsung serentak di seluruh wilayah hukum Polda Bali.
Polda Bali akan memanfaatkan teknologi digital, khususnya Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
“Latihan pra operasi menjadi tahapan penting untuk menyamakan persepsi, pola tindak, serta meningkatkan kesiapan personel sebelum diterjunkan ke lapangan,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Bali Kombes Turmudi dilansir dari Antara.
Menurut Kombes Turmudi, pemanfaatan teknologi ETLE, baik statis maupun mobile, akan menjadi instrumen utama dalam penindakan pelanggaran selama Operasi Patuh Agung 2026 berlangsung.
“Melalui transformasi digital ini, kami ingin membangun sistem penegakan hukum yang lebih transparan, akuntabel, dan humanis.


















































