jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Keraton Yogyakarta akan menggelar Garebeg Besar 2026. Namun, prosesi upacara adat tersebut bakal disederhanakan.
Prosesi pembagian pareden nantinya hanya akan dibagikan di dalam keraton untuk abdi dalem.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Laksmi Pratiwi mengatakan penyederhanaan tersebut tidak akan mengurangi nilai sakral dari Garebeg Besar.
"Masyarakat perlu memahami bahwa penyesuaian format tahun ini merupakan bentuk penyederhanaan dan bukan peniadaan upacara adat," kata Dian, Rabu (20/5).
Efek penyederhanaan ini, prosesi iring-iringan pareden oleh prajurit ke kompleks Kepatihan dan Puro Pakualaman dipastikan ditiadakan tahun ini.
Menurut Dian, langkah penyederhanaan Garebeg Besar sepenuhnya merupakan wewenang pihak Keraton Yogyakarta.
"Tidak digelarnya prosesi pembagian pareden ke luar lingkungan keraton sama sekali tidak menghilangkan esensi utama Garebeg sebagai wujud syukur dan sedekah dari raja," ujarnya.
Untuk itu, masyarakat diminta menerima dan memahami keputusan penyesuaian oleh keraton tersebut. (mcr25/jpnn)


















































