jpnn.com - JAKARTA - Pemerintah membentuk badan khusus ekspor untuk mengelola tiga komoditas strategis nasional, yaitu PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengungkapkan badan baru ini nantinya akan beroperasi di bawah naungan kementerian yang dipimpin Menteri Investasi Rosan Roeslani.
Menurut Airlangga, pembentukan badan ini dinilai mendesak mengingat kontribusi komoditas sumber daya alam (SDA) terhadap ekspor nasional telah mencapai kisaran 60%.
Adapun tiga komoditas utama yang pengelolaan ekspornya akan berada di bawah badan ini meliputi batu bara, crude palm oil (CPO), dan ferro alloy.
“Top three ekspor ialah batu bara 8,65%, CPO (minyak kelapa sawit mentah) 8,63%, dan ferro alloy (paduan besi) sebesar 5,82%. Oleh karena itu, tiga komoditas inilah yang dilakukan pengelolaan ekspor,” kata Airlangga dalam konferensi pers, Rabu (20/5).
Airlangga menjelaskan langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah untuk mengatasi praktik misinvoicing atau underinvoicing.
Praktik perbedaan pencatatan nilai ekspor antara negara eksportir dan negara tujuan ekspor selama ini dinilai kerap mendatangkan kerugian bagi negara.
Perbedaan pencatatan tersebut berdampak langsung pada perolehan devisa negara, stabilitas nilai tukar rupiah, serta validitas dan akurasi data perdagangan ekspor untuk komoditas sumber daya alam.





















































