jatim.jpnn.com, SURABAYA - Rumah Sakit (RS) Siloam Surabaya resmi mengoperasikan fasilitas Linear Accelerator (LINAC) dan CT Simulator untuk memperkuat layanan radioterapi kanker yang lebih presisi dan terintegrasi.
Kehadiran teknologi tersebut menjadi solusi bagi pasien kanker di Jawa Timur dan sekitarnya yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan radioterapi modern.
Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, Indonesia mencatat lebih dari 408 ribu kasus kanker baru dengan sekitar 242 ribu kematian akibat kanker setiap tahunnya. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya ketersediaan fasilitas diagnosis dan terapi kanker yang lebih modern dan mudah diakses.
Direktur RS Siloam Surabaya dr Maria Magdalena Padmidewi Sp PK mengatakan kehadiran LINAC dan CT Simulator merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kanker yang lebih lengkap dan berfokus pada kebutuhan pasien.
“Dalam penanganan kanker, waktu memiliki peran yang sangat penting. Kehadiran LINAC dan CT Simulator memungkinkan pasien memperoleh terapi yang lebih cepat, lebih presisi, dan lebih dekat dengan keluarga mereka,” ujar dr Maria, Jumat (19/6).
Menurut dia, teknologi medis bukan sekadar bentuk inovasi, tetapi juga menjadi harapan baru bagi pasien dalam mempertahankan kualitas hidup.
Sementara itu, Dokter Spesialis Onkologi Radiasi RS Siloam Surabaya, dr Dyah Erawati Sp Rad Sp Onk Rad (K) menjelaskan radioterapi menjadi salah satu pilar utama dalam penanganan kanker selain operasi dan kemoterapi.
“Radioterapi adalah bagian dari pengobatan kanker yang dapat dikombinasikan dengan operasi maupun kemoterapi. Semua tergantung pada stadium penyakit dan tujuan terapinya, apakah untuk penyembuhan atau paliatif,” katanya.


















































