jabar.jpnn.com, CIREBON - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menilai keberadaan kawasan Rebana membuka peluang besar bagi wilayah Cirebon Raya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi yang lebih besar di masa mendatang.
Dalam keterangannya di Cirebon, Herman mengatakan kawasan Rebana saat ini telah menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi strategis di Jawa Barat yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
Menurutnya, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kawasan Rebana mencapai sekitar 20 persen dari total PDRB Jawa Barat yang saat ini berada pada kisaran Rp3.000 triliun.
"Jawa Barat itu sekitar Rp3.000 triliun. Kawasan Rebana menyumbang sekitar 20 persen. Saya kira ini kue ekonomi yang besar untuk Rebana, termasuk Cirebon Raya," kata Herman.
Ia menjelaskan, besarnya kontribusi ekonomi tersebut menjadi peluang bagi daerah-daerah yang tergabung dalam wilayah Cirebon Raya, yakni Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan, untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan daya tarik investasi.
Herman menuturkan peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut masih sangat terbuka, seiring pengembangan berbagai proyek strategis dan kawasan industri yang terus didorong oleh pemerintah.
Selain itu, sejumlah daerah di wilayah Cirebon Raya bahkan mampu mencatatkan laju pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata Provinsi Jawa Barat.
"Beberapa kabupaten di Cirebon Raya pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata Jawa Barat, seperti Majalengka dan Kuningan. Ini sebuah peluang yang sangat baik," ujarnya.


















































