jatim.jpnn.com, SURABAYA - Keluarga atlet Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) di Surabaya mengungkap hal tak terduga pelatih saat ditanya terkait dugaan pelecehan yang dilakukan kepada anak didiknya.
Keluarga korban Eko Setyo mengatakan langsung menelpon pelatih berinisial JL seusai mendengar cerita dari putrinya yang diduga menerima tindakan tak senonoh tersebut.
"Senin (8/6) sekitar pukul 21.00 WIB, saya telepon ke pelatihnya menanyakan maksud dan tujuan pelaku mengajak korban ke kamar hotel," ungkap Eko, Kamis (10/6).
Bukan jawaban bersalah yang diterima keluarga, pelaku justru mengeklaim pelecehaan yang dilakukan kepada anak didiknya itu atas dasar suka sama suka.
"Seharusnya enggak usah sampai ke polisi. Kita bicarakan baik-baik. Saya lakukan ini tidak ada unsur paksaan," kata Eko menirukan jawaban pelatih.
Mendengar jawaban itu, keluarga emosi dan marah, serta menganggap pelaku adalah pedofil atau suka sama anak di bawah umur.
"Nah, di otak saya mikir kalau dia pedofil karena menganggap perbuatannya atas dasar suka sama suka," katanya.
Sementara itu, ayah korban JPZ menilai ucapan yang dilontarkan oleh terduga tidak masuk akal. Pasalnya, setelah kejadian itu, putrinya merengek meminta tidak meneruskan latihannya. Setelah diselidiki, korban baru mengaku telah mendapat kekerasan seksual selama enam kali.


















































