jpnn.com, JAKARTA - Manajer Persija Jakarta Ardhi Tjahjoko mengaku siap mundur dari jabatannya seusai Macan Kemayoran dipastikan gagal merebut gelar juara Super League 2025/2026.
Target tinggi yang dipatok sejak awal musim berakhir mengecewakan setelah Persija hanya mampu finis di posisi ketiga klasemen.
Kegagalan bersaing dengan Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda membuat tekanan terhadap manajemen Persija semakin besar.
Ardhi pun mengaku akan berlapang dada menerima konsekuensi paling berat atas hasil yang dianggap jauh dari harapan suporter.
"Saya sebagai manajer tentu punya tanggung jawab terhadap tim. Target kami juara, tetapi kenyataannya tidak tercapai. Jadi, saya serahkan semuanya kepada pimpinan, termasuk kalau saya harus mundur," ujar Ardhi Tjahjoko.
Pernyataan tersebut langsung memicu spekulasi soal masa depan kursi manajer Persija. Apalagi, tekanan dari Jakmania terus meningkat setelah musim ini kembali berakhir tanpa trofi.
Meski peluang juara sudah tertutup, Persija masih menyisakan satu pertandingan terakhir melawan Semen Padang di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (23/5/2026).
Ardhi memastikan timnya tetap memburu kemenangan demi menutup musim dengan hasil positif.





















































