The James F. Sundah Foundation Luncurkan Beasiswa Riset Hak Cipta dan Kekayaan Intelektual

4 days ago 17

James F. Sundah, komponis, penulis lagu, dan produser. Foto: Dok. Pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Memperingati 40 hari wafatnya komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah (1955-2026), istri almarhum Priscillia Sundah Suntoso telah mendirikan The James F. Sundah Foundation.

Adapun The James F. Sundah Foundation merupakan sebuah organisasi nir-laba (charitable not-for-profit corporation) yang berkedudukan di New York, Amerika Serikat, untuk menjaga, melestarikan, dan melanjutkan warisan karya, pemikiran, serta nilai-nilai yang beliau tinggalkan.

Sebagai program perdana, The James F. Sundah Foundation dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) untuk menyelenggarakan James F. Sundah
Fellowship Program.

James F. Sundah Fellowship Program adalah sebuah program beasiswa riset bagi mahasiswa tingkat akhir yang melakukan penelitian mengenai hak cipta, royalti, hak kekayaan intelektual, perlindungan karya kreatif, hak-hak pencipta, serta perkembangan hukum dan kebijakan kekayaan intelektual di era digital.

Program itu juga bekerja sama dengan AAPI Creative New York, jejaring kreatif diaspora Asia dan Kepulauan Pasifik di New York, Amerika Serikat.

Turut mendukung program sebagai Komite Seleksi Beasiswa Riset James F. Sundah Fellowship Program ini para tokoh-tokoh lintas disiplin terkemuka di Tanah Air seperti Adi Harsono (profesional/eksekutif senior), Aminoto Kosin (musisi, komposer, arranger, produser musik senior), Dahlan Iskan (tokoh pers, mantan Menteri BUMN RI), Naratama Rukmananda (sutradara TV, broadcaster, penulis senior), dan Wendi Putranto (mantan jurnalis musik, penulis, wirausahawan).

Priscillia Sundah Suntoso, Pendiri merangkap Ketua The James F. Sundah Foundation, menyampaikan bahwa pendirian The James F. Sundah Foundation merupakan wujud amanah dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada dirinya oleh almarhum untuk menjaga, mengelola dan melestarikan karya-karyanya beserta nilai-nilai yang diperjuangkan sepanjang hidupnya.

"James selalu mengatakan, ‘no song, no music industry,’ sebuah keyakinan bahwa para pencipta adalah fondasi industri musik dan harus dihargai serta dilindungi hak-haknya. Melalui James F. Sundah Fellowship Program bersama ISI Yogyakarta, kami berharap dapat mendorong lahirnya penelitian yang memperkuat pemahaman mengenai hak cipta dan kekayaan intelektual serta memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang," ungkap Priscillia Sundah Suntoso.

Memperingati 40 hari wafatnya komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah (1955-2026), istri almarhum Priscillia Sundah Suntoso telah

Read Entire Article
| | | |