jpnn.com, JAKARTA - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Muhammad Kholid Syeirazi menilai BUMD akan mengalami kesulitan jika diberikan hak participating interest (PI).
Pasalnya, proyek Blok Ganal yang termasuk ke dalam Indonesia Deepwater Development (IDD) memiliki tingkat kesulitan tinggi, dengan teknologi yang juga tinggi dan dana sangat besar.
“Dalam praktiknya, BUMD akan kesulitan untuk menyediakan dana dengan nilai investasi yang sangat besar. Karena ini memang investasinya jumbo,” ujar Kholid.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meminta adanya bagian hak pengelolaan melalui skema participating interest (PI) atas temuan cadangan minyak dan gas raksasa di lepas pantai Blok Ganal.
Persoalan lain, kata Kholid, dalam participating interest, BUMD tidak menjadi operator dan hanya menerima manfaat dari kegiatan hulu migas.
Caranya, kata dia adalah dengan menyetor equity yang sudah jelas membutuhkan modal.
”Tetapi, itu pun dalam praktiknya juga susah,” sebut Kholid.
Karena itulah Kholid menilai, jika BUMD diberikan hak PI di Blok Ganal, justru akan menjadi masalah bagi daerah tersebut.





















































