jpnn.com, JAKARTA - Universitas Bung Karno (UBK) membuat sembilan pernyataan sikap setelah heboh Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) kampus itu, yakni Muhammad Abdi Maludin menerima suap menyambut demonstrasi mahasiswa pada Senin (15/6).
Pernyataan sikap seperti disampaikan Rektor UBK Sri Mumpuni melalui konferensi pers di kawasan kampusnya, Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat (Jakpus), pada Selasa (23/6).
Pihak kampus dalam pernyataannya menolak aktor luar yang menunggangi demonstrasi mahasiswa UBK pada Senin kemarin.
"Kami meminta seluruh elemen mahasiswa untuk tidak terprovokasi dan menjaga kedaulatan kampus dari intervensi eksternal yang tidak bertanggung jawab," demikian Sri Mumpuni membacakan sikap kampusnya, Selasa.
Dia mengatakan pengungkapan kasus suap Ketua BEM FH UBK menjadi cara kampus untuk menjaga komitmen moral.
"Pengungkapan keterlibatan oknum BEM fakultas menegaskan bahwa Universitas Bung Karno konsisten pada komitmen moral," katanya.
Diketahui, Abdi bersama rekan-rekan mahasiswa dari UBK sempat diterima Wapres Gibran Rakabuming Raka di Jakarta, Senin (15/6) kemarin.
Mahasiswa diterima Gibran setelah berdemonstrasi membawa beberapa tuntutan, seperti evaluasi harga BBM, stabilitas ekonomi, dan kaji ulang program MBG.





















































