bali.jpnn.com, DENPASAR - Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta bergerak cepat merespons gelombang penolakan warga Pesanggaran Denpasar terkait proyek pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Orang nomor dua di Bali ini menjamin bahwa teknologi yang akan digunakan sepenuhnya aman dan bebas dari dampak negatif lingkungan.
Menurut Wagub Giri Prasta, secara teknis, tata kelola operasional PSEL akan dilakukan secara modern dan higienis.
Sampah-sampah yang menuju lokasi proyek dipastikan tidak akan mencemari lingkungan sekitar selama perjalanan.
“Nanti sampah itu ditekan muatannya dan diangkut menggunakan truk yang tertutup rapat. Skemanya bisa mengompres volume tiga truk menjadi hanya satu mobil saja.
Semuanya tertutup rapat, tidak akan ada lagi sampah yang tercecer di jalanan. Begitu masuk, langsung dieksekusi,” kata Wagub Giri Prasta.
Sebelumnya, muncul penolakan dari warga Pesanggaran, Denpasar atas rencana pengembangan PSEL di kawasan Pelindo.
Masyarakat meminta pengolahan dilakukan di TPA Suwung agar lingkungan mereka sehat, bersih, dan nyaman.


















































