312 RW di Cimahi Terancam Kekeringan, BPBD Siaga Hadapi Krisis Air Bersih Mulai Agustus 2026

2 weeks ago 24

Kamis, 04 Juni 2026 – 10:00 WIB

312 RW di Cimahi Terancam Kekeringan, BPBD Siaga Hadapi Krisis Air Bersih Mulai Agustus 2026 - JPNN.com Jabar

Kekeringan. Foto : Ricardo/JPNN.con

jabar.jpnn.com, CIMAHI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi puncak kekeringan dan krisis air bersih yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga Oktober 2026.

Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya intensitas musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, mengatakan hasil pemetaan yang dilakukan bersama sejumlah instansi terkait menunjukkan seluruh kelurahan di Kota Cimahi memiliki potensi terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih.

“Kalau melihat dari potensinya, semua kelurahan di Kota Cimahi ini berpotensi terdampak kekeringan dan krisis air bersih, dan puncaknya di bulan Agustus sampai Oktober 2026 nanti,” kata Fithriandy di Cimahi, Selasa.

Menurut BPBD, sedikitnya 312 rukun warga (RW) di Kota Cimahi berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau.

Pemetaan tersebut dilakukan dengan mengacu pada data kebencanaan yang dimiliki BPBD serta hasil koordinasi dengan BMKG terkait prediksi cuaca dan musim kemarau tahun ini.

Cimahi Selatan Jadi Wilayah Paling Rentan

Berdasarkan dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), dampak kekeringan paling parah pada musim kemarau sebelumnya terjadi di wilayah Cimahi Selatan.

BPBD Kota Cimahi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi puncak kekeringan dan krisis air bersih pada Agustus hingga Oktober 2026.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
| | | |