jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih berada pada level yang cukup tinggi selama periode pengamatan 15 hingga 21 Mei 2026.
Berdasarkan hasil pemantauan intensif, status aktivitas gunung api teraktif di Jawa ini masih level III atau Siaga.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan bahwa erupsi efusif masih terus berlangsung di Gunung Merapi. Suplai magma yang berkelanjutan dari dalam perut bumi menjadi pemicu utama terjadinya awan panas guguran yang mengarah ke sektor-sektor tertentu.
Selama sepekan terakhir, intensitas kegempaan di Gunung Merapi tercatat meningkat dibandingkan minggu sebelumnya.
Jaringan seismik BPPTKG merekam aktivitas yang cukup padat, yakni:
- 4 kali gempa Awan Panas Guguran (APG).
- 440 kali gempa Fase Banyak (MP).
- 966 kali gempa Guguran (RF).
- 9 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB) dan 11 kali gempa Tektonik (TT).
Secara visual, gunung tampak mengeluarkan asap berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dan tekanan lemah, dengan ketinggian kolom asap mencapai 400 meter.
“Selama periode ini, tercatat empat kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter ke arah hulu Kali Sat,” kata Agus.
Selain itu, guguran lava juga teramati secara intensif ke arah hulu Kali Boyong, Krasak, Bebeng, dan Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.500 meter.


















































