Harga Kedelai Naik, Ukuran Tahu Menyusut

3 weeks ago 18

Senin, 25 Mei 2026 – 20:01 WIB

Harga Kedelai Naik, Ukuran Tahu Menyusut - JPNN.com Jogja

Naiknya harga kedelai membuat ukuran tahu di Jogja menyusut. Foto: Antara

jogja.jpnn.com, KULON PROGO - Lonjakan harga kedelai yang kini menyentuh angka Rp 10.800 hingga Rp 11.000 per kilogram menjadi tantangan berat bagi pelaku usaha tahu di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Salah satunya dialami oleh perajin di usaha Tahu Nunggal Roso, Kalurahan Tuksono, Kabupaten Kulon Progo, yang harus memutar otak agar dapur tetap "mengepul" di tengah tekanan biaya produksi.

Wakil Ketua Tahu Nunggal Roso, Mubari, mengungkapkan bahwa fluktuasi harga bahan baku utama tersebut memberikan beban operasional yang signifikan. Kedelai sendiri mencakup 60 hingga 70 persen dari total biaya produksi.

Alih-alih menaikkan harga jual yang berisiko membuat pelanggan, terutama pedagang pasar rakyat dan konsumen kelas bawah, beralih ke produk lain, Mubari memilih strategi penyesuaian ukuran.

"Kami memilih untuk melakukan penyesuaian ukuran tahu sedikit lebih ekonomis dengan mengurangi beberapa milimeter daripada menaikkan harga. Strategi ini dirasa lebih bisa diterima oleh konsumen dan pedagang di pasar-pasar rakyat," ujar Mubari, Senin (25/5).

Selain penyesuaian ukuran, pihak Tahu Nunggal Roso melakukan langkah efisiensi ketat di lini produksi.

Mereka akan memperketat pengawasan untuk meminimalisir angka kegagalan atau cacat produksi agar tidak ada bahan yang terbuang, memaksimalkan penggunaan bahan bakar selama proses perebusan, serta mengoptimalisasi produk sampingan.

Menurut Mubari, ampas tahu masih bisa diperas untuk pakan ternak atau diolah jadi tempe gembus agar ada pemasukan tambahan yang bisa membantu menutup biaya operasional utama.

Perajin tahu di Kulon Progo memilih untuk memperkecil ukuran produk mereka karena kenaikan harga kedelai.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |