jatim.jpnn.com, BONDOWOSO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bondowoso mencatat sebanyak 7.136 jiwa terdampak kekeringan pada musim kemarau 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso Kristianto Putro Prasojo mengatakan ribuan warga terdampak tersebut tersebar di 20 dusun, 13 desa, dan sembilan kecamatan. Sebanyak 7.136 jiwa atau 1.784 kepala keluarga terdampak kekurangan air bersih.
"Pemerintah daerah melalui BPBD sudah mulai mendistribusikan air bersih ke desa-desa terdampak kekurangan pada musim kemarau sejak pekan lalu," ujar Kristianto, Senin (18/5).
Menurut dia, BPBD Bondowoso mulai mendistribusikan bantuan air bersih sejak pekan lalu ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan.
Pengiriman air bersih dilakukan menggunakan dua armada truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter.
"Dua armada truk tangki kami maksimalkan untuk pengiriman air bersih secara bergantian ke dusun-dusun terdampak," ujarnya.
Kristianto menjelaskan distribusi air dilakukan dengan mengisi tandon maupun langsung ke jeriken milik warga.
Adapun wilayah terdampak kekeringan tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Maesan, Prajekan, Klabang, Wringin, Tegalampel, Botolinggo, Taman Krocok, Curahdami, dan Tlogosari.


















































