jpnn.com - ISTANBUL - Jumlah korban tewas akibat dua gempa besar di Venezuela terus bertambah. Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez, seperti dikutip media lokal, Kamis (25/6), mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat itu bertambah menjadi 164 orang, dengan 971 lainnya terluka.
Pada laporan awal, Rodriguez mengatakan 32 orang tewas dan lebih dari 700 lainnya terluka setelah gempa bumi magnitudo 7,2 dan 7,5 melanda pada Rabu malam. Dia pun memperingatkan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat.
Gempa bumi tersebut termasuk yang paling dahsyat yang melanda Venezuela selama lebih dari 100 tahun.
Rodriguez kemudian menyatakan keadaan darurat nasional seusai gempa melanda wilayah pantai Karibia Utara negara itu, yang menyebabkan kerusakan yang meluas dan memicu peringatan tsunami di seluruh wilayah tersebut.
Sementara itu, Survei Geologi AS (USGS) memperkirakan ada kemungkinan 42 persen bahwa jumlah korban tewas bisa mencapai antara 10.000 dan 100.000 dengan wilayah La Guaira, dekat Caracas, sebagai negara bagian yang paling terdampak oleh gempa tersebut.
Menurut stasiun televisi lokal teleSur yang mengutip Rodriguez, pihak berwenang saat ini berfokus pada penyelamatan nyawa orang-orang yang terjebak di dalam bangunan dan rumah yang runtuh.
Menurut data teknis terbaru dari Survei Geologi AS (USGS), Venezuela utara diguncang hebat oleh serangkaian gempa ganda yang luar biasa. (antara/jpnn)





















































