jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong mengirim sejumlah sampel organ dan jaringan tubuh Ruly Yunis Setiawati (50), ASN Bangkalan yang ditemukan tewas di dalam mobil yang terpakir di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Rabu (24/6).
Pengambilan sampel itu bertujuan untuk dilakukan uji toksikologi di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur.
Katim Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong AKBP Ni Made Wiatini menjelaskan sampel yang diambil antara lain, ginjal kanan dan kiri, lambung beserta isinya, serta kuku telunjuk kanan dan kiri.
"Seluruh sampel akan dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur untuk dilakukan uji toksikologi," kata Ni Madr Wiatini, Kamis (25/6).
Dia memperkirakan hasil pemeriksaan toksikologi tersebut dapat diketahui dalam waktu sekitar satu minggu. Begitu hasilnya keluar, maka bisa disimpulkan secara utuh penyebab kematiannya.
“Untuk hasil lengkapnya masih menunggu pemeriksaan dari Labfor. Perkiraan sekitar satu minggu, namun lebih pastinya nanti dari pihak Laboratorium Forensik,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan hasil autopsi sementara pemeriksaan luar terhadap korban menemukan luka robek pada cuping telinga kiri yang diduga akibat benturan benda tumpul.
“Selain itu, ditemukan pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata serta kebiruan pada selaput lendir bibir atas dan bawah. Kelainan ini lazim ditemukan pada kasus mati lemas atau asfiksia,” katanya.


















































