Posisi Strategis Indonesia Jadi Magnet Kepentingan Asing, Kesadaran Antispionase Harus Diperkuat

1 month ago 39

Selasa, 19 Mei 2026 – 20:30 WIB

Posisi Strategis Indonesia Jadi Magnet Kepentingan Asing, Kesadaran Antispionase Harus Diperkuat - JPNN.com Jakarta

Sejumlah kapal nelayan sandar di Pelabuhan Perikanan Jakarta Utara, Jakarta, Senin (18/9/2023). Foto: ANTARA/Bayu Pratama S.

jakarta.jpnn.com - Posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik dinilai membuat Indonesia bisa menjadi sasaran berbagai kepentingan asing, termasuk praktik spionase yang kini berkembang makin kompleks melalui ruang digital dan aktivitas siber.

Dosen Senior Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Indonesia Edy Prasetyono mengatakan masyarakat perlu memahami praktik spionase merupakan ancaman nyata yang telah berlangsung sejak lama dalam relasi antarnegara.

“Dalam praktiknya, tidak semua kasus spionase diungkap atau dicatat. Kalau isunya sensitif atau terkait negara sahabat, kadang tidak diungkap,” kata Edy Prasetyono, Selasa (19/5).

Menurut Edy, hampir seluruh negara memiliki instrumen keamanan nasional untuk melindungi informasi strategis dari ancaman pencurian data dan operasi intelijen asing. 

Dia menilai Indonesia juga perlu memperkuat regulasi dan sistem perlindungan informasi strategis agar mampu menghadapi ancaman pencurian data lintas negara.

Direktur Eksekutif ASEAN Study Center FISIP UI itu menyebut spionase bisa dilakukan negara mitra maupun pihak yang berlawanan kepentingan. 

Dampaknya pun dinilai serius karena bisa mengurangi kemampuan pertahanan suatu negara hingga mengganggu infrastruktur strategis.

“Kalau suatu negara sedang mengembangkan teknologi baru, misalnya soal energi, rugi atau tidak kalau dicuri lewat spionase? Negara sasaran spionase selalu dirugikan. Spionase pasti mengancam negara,” ujarnya.

Posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik dinilai membuat Indonesia bisa menjadi sasaran berbagai kepentingan asing

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jakarta di Google News

Read Entire Article
| | | |