jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai Presiden Prabowo Subianto berupaya meredam kepanikan dan mencoba menjaga ketenangan rakyat ketika Kepala Negara berbicara soal rakyat di desa tak pakai dolar.
“Tentunya apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo terkait nilai tukar itu adalah untuk menenangkan masyarakat, supaya masyarakat tidak panik," kata Misbakhun melalui keterangan persnya, Senin (18/5).
Toh, kata legislator fraksi Golkar itu, masyarakat pedesaan pada prinsipnya memang bukan pihak yang terdampak dari transaksi memakai dolar.
"Ya, yang terpengaruh itu transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri,” lanjut Ketua Umum Depinas SOKSI itu.
Namun, kata Misbakhun, arahan Presiden Prabowo terkait nilar tukar rupiah menyinggung arahan buat Bank Indonesia (BI) segera mengendalikan mata uang kebanggaan Tanah Air.
Menurutnya, stabilitas rupiah perlu dijaga agar tidak menimbulkan tekanan lebih besar terhadap sektor-sektor yang bergantung pada impor.
"Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat. Ketika fundamental ekonomi sangat kuat, kenapa sampai terjadi pelemahan terhadap rupiah," kata Misbakhun.
Diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp 17.600 seperti terlihat dalam perdagangan Jumat (15/5) pukul 12.09 WIB.





















































