jatim.jpnn.com, MALANG - Pelatih PSIM Yogyakarta Jean Paul Van Gastel menilai kekalahan 1-3 dari Arema FC terjadi akibat para pemain kehilangan fokus sejak awal laga.
Menurut pelatih asal Belanda itu, PSIM langsung dihukum lewat gol cepat Arema karena melakukan kesalahan sendiri pada babak pertama.
"Saya pikir di babak pertama tidak banyak pemain yang fokus ke dalam pertandingan dan langsung dihukum oleh gol akibat kesalahan sendiri," kata Van Gastel.
Bermain di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Arema langsung unggul pada menit kedua.
Gol bermula dari aksi Dalberto Luan yang menusuk ke kotak penalti sebelum mengirim umpan matang kepada Joel Vinicius untuk menjebol gawang Cahya Supriadi.
Van Gastel menilai Arema mampu memanfaatkan keunggulan fisik pemain-pemainnya dengan baik. Saat jeda pertandingan, dia mencoba mengubah taktik agar PSIM tampil lebih menyerang.
Perubahan strategi itu membuat PSIM berani mengambil risiko bermain ofensif. Namun, hasilnya belum maksimal karena Arema kembali mencetak gol lewat Dalberto Luan pada menit ke-48.
PSIM sempat bangkit setelah Deri Corfe memperkecil ketertinggalan pada menit ke-52.


















































