jatim.jpnn.com, SURABAYA - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi refleksi bagi Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam mendorong pemerataan kualitas pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menyatakan peningkatan mutu pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Pendidikan tidak bisa diurus pemerintah saja. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan industri, serta masyarakat,” ujar Aries, Kamis (1/5).
Di Jawa Timur, jumlah satuan pendidikan mencapai 4.688 sekolah, terdiri atas SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta.
Menurut Aries, keterbatasan anggaran menjadi salah satu alasan pentingnya sinergi lintas sektor. Apabila hanya mengandalkan pemerintah, tidak akan optimal karena anggaran juga terbagi untuk sektor lain seperti infrastruktur dan kesehatan.
“Kalau tiga kekuatan ini bisa digabung menjadi satu untuk peduli bersama-sama terhadap pendidikan, saya yakin pendidikan kita makin sukses dan maju,” katanya.
Dia juga menyoroti masih banyak guru yang belum memiliki kompetensi memadai, padahal peningkatan kualitas tenaga pendidik membutuhkan biaya besar, termasuk untuk pelatihan dan pengembangan kemampuan.
"Untuk mendidik dan mengembangkan kompetensi mereka tentu membutuhkan biaya. Ini harus menjadi perhatian bersama supaya mereka mendapatkan ilmu tambahan dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi,” ucapnya.


















































