jatim.jpnn.com, SURABAYA - Manajemen RSU dr Soetomo akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem proteksi kebakaran setelah insiden yang melanda Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT), Jumat (15/5) pagi.
Evaluasi dilakukan menyusul sorotan terhadap fungsi hidran gedung saat proses pemadaman berlangsung.
Wakil Direktur Pelayanan Medik sekaligus incident commander penanganan kebakaran Prof Dr Ahmad Suryawan, dr., Sp.A(K) mengatakan rumah sakit memiliki standar penanganan kebakaran melalui sistem code red yang rutin disimulasikan.
“Kami punya satu hospital disaster program mengenai code red. Jadi simulasi sudah kami lakukan reguler,” kata Prof Wawan saat konferensi pers.
Namun, pihak rumah sakit mengakui akan mengecek kembali seluruh sistem proteksi kebakaran, termasuk tekanan hidran indoor dan outdoor yang digunakan saat insiden terjadi.
“Mengenai hidran indoor dan outdoor kemungkinan tekanan bisa jadi, tetapi fungsi pasti berjalan,” ujarnya.
Menurut Wawan, hasil evaluasi nantinya akan disesuaikan dengan standar yang dibutuhkan tim pemadam kebakaran.
“Ini sesuatu yang bisa merekonstruksi standar kita. Kami akan mengecek di area lain apakah sesuai dengan yang diinginkan pihak damkar,” katanya.


















































