Suasana Munas NU Penuh Keakraban, Gus Ma’shum: Adab Jadi Penuntut Musyawarah

4 hours ago 12

 Adab Jadi Penuntut Musyawarah

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Nahdatul Ulama. Ilustrasi: nu.or.id

jpnn.com, KEDIRI - Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ma’shum Faqih menyebut acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, pada 20-22 Juni 2026, berlangsung guyub dan penuh kekeluargaan.

“Alhamdulillah, suasana pembukaan Munas dan Konbes NU sangat hangat dan penuh keakraban," kata Ma’shum kepada awak media, Minggu (21/6).

Anggota Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban itu menilai suasana guyub menegaskan bahwa adab tetap menjadi penuntun utama dalam setiap musyawarah di NU.

"Inilah wajah NU yang sesungguhnya, di mana adab selalu menjadi penuntun dalam bermusyawarah,” ujar Gus Ma’shum sapaaan Ma’shum Faqih.

Selesai pembukaan, acara dilanjutkan pleno tata tertib Munas dan Konbes NU.

Setelah itu penyampaian capaian PBNU dihadapkan peserta dari PWNU seluruh Indonesia. 

Gus Ma'shum menyebut kegiatan Munas dan Konbes NU selanjutnya diisi dengan sidang bahtsul masail dan komisi-komisi.

Dia mengatakan perbedaan pandangan menjadi bagian yang wajar dalam organisasi besar. 

Wasekjen PBNU Ma’shum Faqih menyebut tradisi pesantren mengajarkan bahwa setiap musyawarah harus dilandasi sikap menghormati.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |