jpnn.com, SOLO - ?Aliansi BEM Solo sukses menyelenggarakan forum diskusi kebangsaan pada Senin (22/6) malam di Aula Gedung Perpustakaan Universitas Bangun Nusantara (UNIVET), Surakarta. Kegiatan yang dihadiri oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Solo Raya ini menjadi ruang konsolidasi gagasan yang krusial.
Fokus utama diskusi diarahkan pada bagaimana peran pemuda dan mahasiswa dalam merawat ruang demokrasi agar tetap sehat, partisipatif, dan bebas dari polarisasi.
?Forum strategis ini menghadirkan pengamat kebijaka Erwina Tri serta lima pimpinan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Solo. Mereka adalah Dimas (Presiden Mahasiswa UNISRI), Silvi (Presiden Mahasiswa POLINUS), Ahnaf (Presiden Mahasiswa UDB), Banu (Presiden Mahasiswa UNIVET), dan Bunga (Ketua BEM POLINSADA).
?Dalam sesi awal, Erwina Tri selaku pengamat kebijakan menyoroti pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik secara objektif.
?"Pemerintah saat ini diuji melalui berbagai kebijakan besar, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tata kelola Koperasi Desa Merah Putih, hingga urusan BBM. Ini semua tidak akan selesai jika hanya diselesaikan lewat pendekatan teknis. Dibutuhkan political will yang kuat dari pemerintah untuk mewujudkan tata kelola yang transparan dan akuntabel, dan mahasiswa harus konsisten menjadi mitra kritis yang mengawal proses tersebut," ujar Erwina.
?Menanggapi hal tersebut, Banu selaku Presiden Mahasiswa UNIVET yang juga tuan rumah acara, menekankan bahwa peran pemuda dalam menjaga demokrasi harus dimulai dari independensi berpikir.
?"Demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi publik yang cerdas. Di sinilah peran kita sebagai pemuda. Kita tidak boleh membiarkan ruang demokrasi kita menyempit atau sekadar diisi oleh kepentingan politik praktis. Mahasiswa harus berada di garda terdepan untuk memastikan suara rakyat tetap terdengar," ujar Banu.
?Sementara mewakili pimpinan Aliansi BEM Solo, Dimas (Presiden Mahasiswa UNISRI) memberikan catatan keras mengenai marwah gerakan mahasiswa hari ini. Ia mengingatkan agar gerakan moral ini tidak terjebak pada aksi-aksi yang bersifat musiman.





















































