jpnn.com, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendorong lembaga filantropi di Indonesia menerapkan strategi adaptif untuk menjaga ketahanan penghimpunan dana zakat di tengah ketidakpastian ekonomi.
Langkah tersebut dilakukan melalui perluasan basis muzaki individu, penguatan zakat korporasi dan profesi, serta optimalisasi kanal digital.
Strategi tersebut disampaikan dalam Forum Literasi Filantropi Vol. 40 bertajuk "Dolar Naik Donasi Turun? Strategi Lembaga Filantropi Bertahan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi" yang digelar secara daring, baru-baru ini.
Forum menghadirkan Pimpinan Baznas Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, serta Direktur EKZ LAZNAS IZI Muhammad Ardhani.
Dalam paparannya, Rizaludin mengatakan kondisi ekonomi yang tidak menentu menjadi tantangan besar bagi lembaga filantropi.
Menurutnya, kemampuan masyarakat untuk berdonasi mengalami tekanan, sementara kebutuhan bantuan bagi kelompok rentan terus meningkat.
"Keberhasilan penghimpunan lembaga filantropi di tengah ketidakpastian ekonomi ditentukan oleh kemampuan menjaga kepercayaan publik, memperluas basis muzaki, dan mengkomunikasikan dampak program secara efektif," ujar Rizaludin.
Dia menjelaskan, terdapat tiga strategi utama yang perlu diperkuat, yakni memperkuat tim fundraising melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), zakat perusahaan, mitra CSR, dan Zakat Karyawan Langsung (ZKL).






















































