jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menepis anggapan tentang kebijakan Presiden Prabowo Subianto soal program Makan Brgizi Gratis atau MBG telah mengganggu ekonomi. Politikus Partai Gerindra itu meyakini kondisi perekonomian nasional akhir-akhir ini lebih disebabkan faktor eksternal.
“Begini-begini saya juga pernah belajar ekonomi,” kata Fadli dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Fadli mengakui memang ada persoalan dalam tata kelola MBG. Menurut dia, pengelolaan MBG memang perlu dikritisi.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto bertindak tegas. “Orang yang mengurus MBG, penerima bintang pun (mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, red) dicopot dan diproses hukum,” kata Fadli.
Namun, peraih gelar M.Sc bidang development studies dari The London School of Economics and Political Science (LSE) itu menegaskan MBG tetap perlu dilanjutkan. Alasannya, hal itu merupakan program mulia dan sebagai upaya menjalankan amanat konstitusi.
“Apakah memberi Makan Bergizi Gratis kepada yang membutuhkan itu salah? Tentu tidak. Yang salah itu tata kelolanya,” katanya.
Oleh karena itu, Fadli menyebut MBG bukan faktor yang menyebabkan pelemahan rupiah. Alasannya, ada faktor dari luar negeri, seperti ada perang di Timur Tengah yang melibatkan koalisi Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang membuat nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG) turun.
Konflik itu membuat Selat Hormuz sebagai jalur vital minyak dunia tertutup. Akibatnya, harga minyak dunia pun meningkat sehingga berimbas ke harga BBM di dalam negeri.






















































