jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta terus memantapkan langkahnya sebagai Kota Festival dengan mengoptimalkan penyelenggaraan berbagai kegiatan berbasis kampung.
Inisiatif ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, melainkan strategi untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, keragaman budaya, serta menggerakkan roda ekonomi lokal di setiap sudut kota.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menegaskan bahwa kebijakan ini lahir setelah melihat potensi besar yang tersebar di seluruh wilayah kemantren.
"Selama ini kami sudah mendeklarasikan Jogja sebagai Kota Festival. Setelah berkeliling ke berbagai kemantren, ternyata masing-masing wilayah memiliki potensi sangat baik untuk dikembangkan menjadi festival unggulan," ujar Wawan di Yogyakarta, Senin (23/6).
Pemkot Yogyakarta menargetkan ke-14 kemantren di kota ini memiliki festival andalan yang mampu merepresentasikan karakteristik unik masing-masing wilayah.
Menurut Wawan, festival kampung berfungsi sebagai wadah ekspresi masyarakat sekaligus katalisator pertumbuhan ekonomi.
"Kami ingin masyarakat terlibat aktif. Kuliner khas, produk lokal, hingga sejarah kampung harus terus dieksplorasi. Hal-hal seperti ini justru banyak diminati wisatawan, baik lokal maupun mancanegara," tambahnya.
Inspirasi dari Kampung Wisata Sayidan
Salah satu contoh nyata pengembangan potensi kampung terlihat di Kampung Wisata Sayidan.


















































